Kamis, 02 Mei 2013

CONTOH LPJ PSG ADMINISTRASI PERKANTORAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Pada umumnya Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan  keahlian kejuruan yang merupakan antara pihak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan Dunia Usaha/ Industri, mulai dari perencanaan program pendidikan dan pelatihan, penyelenggaraannya (di SMK atau di Dunia Industri), evaluasi keberhasilan siswa dengan pemasaran tamat.

1.    Komponen Normatif, yaitu meliputi materi pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidkan Jasmani dan Kesehatan, dan SBK.
2.    Komponen Adaftif, yaitu meliputi mata pelajaran :
       Matematika, Bahasa Inggris,Matematika, IPA, IPS, KKPI, Kewirausahaan.
3.       Komponen Teori Kejuruan, yaitu meliputi mata pelajaran teori kejuruan dalam lingkup suatu program Studi tertentu.
4.       Komponen Praktek Dasar Kejuruan, yang meliputi praktek penunjang dalam melakukan beberapa jenis pekerjaan yang relevan di Dunia Usaha/ Industri yang berada dalam lingkup profil tamatan dari program studi tertentu.
5.       Komponen Praktek Industri, yaitu yang meliputi praktek kerja langsung di lingkungan Produksi pada Dunia Usaha/ Industri.

       Pelaksanaan program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai perwujudan kebijaksanaan diri “Link and Match ”, dalam upaya prosesnya dilaksanakan pada dua tempat yaitu di Sekolah dan di dunia usaha atau industri. Upaya ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan relevansi pendidikan dengan tuntunan kebutuhan tenaga kerja.
          Mengetahui bahwa semakin ketatnya pendidikan dan kurikululm yang berganti-ganti, serta meningkatkan kurikulum yang sekarang ini bagi para siswa SMK  yaitu adanya pembuatan Laporan Tugas Akhir (Project Work) karena merupakan syarat untuk kelulusan maka siswa dituntut untuk dapat kreatif dalam menunjukan kemampuannya.

B.      LANDASAN HUKUM
a.       Undang-undang Nomor 2 tahun 1989
1.    Penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu jalur Pendidikan Sekolah dan Pendidikan luar Sekolah (pasal 10)
2.    Pengadaan dan pendayagunaan sumber daya pendidikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan atau keluarga peserta didik (pasal 33)
3.    Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan.

b.    PP Nomor 89 tahun 1990
1.    Penyelenggaraan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama Dunia Usaha/Industri dan para Dermawan untuk memperoleh sember daya dalam  rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan (pasal 29 ayat 1).
2.    Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilakukan uji coba gagasan baru yang diperlukan dalam pengembangan pendidikan (pasal 8)

c.     PP Nomor 39 tahun 1992
1.     Peran serta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan tempat Pendidikan   Sistem Ganda (PSG) atau latihan kerja (pasal 8)

d.    Kep. Mendikbud Nomor 0490/U/1992
       Kerja sama masyarakat dengan Dunia Usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja yang diusahakan dengan azas saling menguntungkan.

C.      TUJUAN
          Dalam penyelenggaraan tugas akhir ini mempunyai tujuan, yaitu :
A.    Menentukan pembimbing siswa dalam melakukan praktek dasar kejuruan dan ptaktek keahlian  pada produksi  di Dunia Usaha / Industri, baik dari unsur Dunia Usaha / Industri.
B.    Sebagai petunjuk bagi pembimbing yang ditugaskan untuk mengetahui, memahami maksud dan tujuan pembimbing dan hal yang perlu dipersiapkan dalam rangka melaksanakan tugas sebagai pembimbing siswa peserta PSG.
C.    Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dibidang Administrasi Perkantoran, Akuntasi, dan penjualan serta memiliki tingkat pengetahuan keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan dunia kerja.
D.    Memperkokoh kesepadanan antar sekolah sebagai pencetak sumber daya manusia dengan dunia usaha sebagai pengguna sumber daya manusia.
E.    Meningkatkan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.
F.    Memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja.

D.    PENGERTIAN PEMBIMBING DAN INSTRUKTUR DALAM PSG
          Guru pembimbing dalam hal ini dimaksudkan adalah Guru SMK yang memenuhi persyaratan pembimbing, sedang instruktur dalam pembimbing dari Dunia Usaha/Industri. Mereka melakukan tugas mempersiapkan, mengarahkan, memotivasi, melatih dan membimbing siswa SMK  perserta PSG dalam melaksanakan kegiatan komponen pendidikan :
1.      Praktek dasar kejuruan
2.      Praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri.

E.      TUGAS PEMBIMBING DAN INSTRUKTUR
          Sebagaimana disyaratkan bahwa penyelenggaraan aspek-aspek pendidikan yaitu program praktek dasar kejuruan dan program praktek pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri yang mempunyai kaitan yang erat dan dilakukan pada tempat serta waktu yang berbeda, memerlukan pembimbing yang khusus.
          Adapun ruang lingkup tugas guru pembimbing dan instruktur baik pada waktu siswa melaksanakan praktek dasar kejuruan maupun melaksanakan praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri.
1.  Guru pembimbing dan instruktur bersama-sama mengadakan seleksi bagi calon peserta program PSG.
2.  Bersama-sama mengkoordinasikan siswa Program PSG sebelum melaksanakan kegiatan praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri.
     Penjelasan yang diberikan kepada siswa tentang Dunia Usaha/ Industri antara lain sebagai berikut:
a.  Sifat dan etos kerja sebagai pekerja serta tata tertib dan peraturan yang berlaku.
b.  Spesifiasi kerja yang dilakukan
c.  Barang-produksi/jasa (materi, wujud dan biaya)
d.  Dan memperkenalkan peralatan/ media yang digunakan.
3.  Guru pembimbing melaksanakan program praktek dasar kejuruan sedangkan, instruktur melaksanakan pelatihan dan bimbingan program praktek di Dunia Usaha/ Industri sistematis berdasarkan program dan jadwal yang telah disepakati.
4.  Mengadakan seleksi siswa (sinkronisasi program studi dengan program praktek keahlian) sebelum siswa terjun di Dunia Usaha/ Industri.
5.  Melakukan penilaian secara kontinue terhadap kegiatan siswa ketrampilan kerja pada waktu melaksanakan praktek dasar kejuruan dan praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/Industri, guru pembimbing mengkonversikan nilai perolehan siswa sesuai dengan ke dalam mata pelajaran yang relevan dan atau  STTB.
6.  Melakukan uji profesi kepada siswa peserta program PSG yang telah selesai melaksanakan praktek  keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri. Pelaksana uji profesi sedapat mungkin mengacu kepada standard pekerjaan/profesi pada Dunia Usaha/ Industri (enterprise standard), serta dilaksanakan di bawah koordinasi panitia ujian yang telah dibentuk dan mejelis sekolah yang bersangkutan.
7.  Memberi dorongan kepada siswa peserta program PSG agar selalu aktif dan tekun serta antusias dalam mengikuti kegiatan belajar praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri.
8.  Memberikan “Peringantan atau Hukuman” kepada siswa peserta program sesuai dengan sifat pelanggaran yang berlaku di Dunia Usaha/ Industri yang dilakukan pada waktu praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri.
9. Menampung keluhan dari siswa misal: kesulitan, hambatan yang dialami siswa selama melaksanakan PSG serta memberikan jalan pemecahannya semuanya dicatat dalam catatan siswa.



F.      PERSYARATAN/ KRITERIA PEMBIMBING
          Guru pembimbing dan instruktur dari Dunia Usaha/ Industri yang akan ditunjuk menjadi pembimbing siswa peserta program khususnya pada waktu pelaksanaan program komponen  praktek  keahlian keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri, diharapkan dan dituntut memenuhi persyaratan/kriteria, antara lain sebagai berikut :
1.   Guru pembimbing adalah guru kejuruan yang sesuai dengan program study terkait dalam melaksanakan prektek dasar kejuruan dan instruktur yang sama-sama memiliki kepedulian, kesadaran, dan kemauan yang cukup tinggi dan baik terhadap upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan SMK.
2.  Memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dipersyaratkan oleh suatu program study tertentu baik sebagai guru dan atau seorang pekerja profesional dibidangnya.
3.  Memiliki sikap moral dan etos kerja serta dedikasi yang tinggi dibidang pekerjaan/profesi.
4.  Khusus untuk guru memiliki pengalaman Industri yang dipersyaratkan oleh Dunia Usaha/Industri (kesepekatan).
5.  Khusus untuk instruktur dari Dunia Usaha/Industri memiliki motivasi yang cukup tinggi untuk membimbing siswa program peserta PSG sesuai dengan tugas yang menjadi tamggung jawab. 
6.  Memiliki kemampuan, motivasi untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta wawasan dalam bidang pekerjaan/ profesi.
7.  Menghargai profesinya maupun profesi lainnya.
8.  Peka terhadap perkembangan ilmu dan teknologi (IPTEK)

G.        PELAKSANAAN BIMBINGAN BAGI SISWA PESERTA PROGRAM PSG
          Dalam menentukan tempat pelaksaan kegiatan program PSG pada prinsipnya adalah atas kegiatan kedua belah pihak, yaitu antara SMK dan Dunia Usaha/ Industri pasangan pelaksanaan bimbingan bagi siswa peserta program PSG adalah :
1.    Praktek dasar kejuruan pada umumnya dilakukan di SMK dan atau BLPT yang ada sehingga secara praktis pelaksanaan  tugas-tugas guru pembimbing misalnya mempersiapkan, mengesahkan, memotivasi serta mengkondisikan siswa peserta PSG dilakukan di SMK. Namun tidak menutup kemungkinan pelaksanaan praktek dasar kejuruan di Dunia Usaha/ Industri misalnya : PT. PAL yang telah bekerja sama dengan STM Perkapalan Siduarjo, sehingga pelaksanaan tugas-tugas pembimbing tersebut  di atas akan dilakukan di Perusahaan dimana siswa melakukan kegiatan praktek dasar kejuruan tersebu.

 2. Praktek keahlian pada lini produksi di Dunia Usaha/ Industri harus benar-benar dilaksanakan pada proses produksi perusahaan, siswa bekerja langsung sebagaimana pekerja/pegawai lainnya diperusahaan tersebut, sehingga pelaksanaan tugas-tugas pembimbing diberikan kepada siswa secara simultan/ bersamaan dengan pelaksanaan proses produksi oleh siswa diperusahaan dan atau pada waktu-watu tertentu yang telah disepakati / dijadwalkan.

H.      TATA TERTIB DUNIA  USAHA /  INDUSTRI
Setiap dunia usaha / Industri mempunyai tata tertib kerja yang harus dipatuhi oleh setiap pekerja diperuisahaan tersebut. Secara umum tata tertib kerja didunia usaha / Industri, antara lain :
1.    Bersikap sopan dan santun serta bekerja secara jujur.
2.    Memperhatikan dan melaksanakan aturan-aturan keselamatan kerja yang diperlukan dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan.
3.    Mentaati dan melaksanakan semua tata tertib yang diberlakukan dalam suatu perushaan dengan baik.
4.    Bekerja sama dengan karyawan yang ada di Perusahaan tersebut.

          Sehubungan dengan adanya tata tertib yang berlaku maka setiap karyawan/karyawati wajib mematuhi peraturan tersebut.








BAB II

DESKRIPSI  DUNIA USAHA /DUNIA INDUSTRI


A.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN PSG

  1.     WAKTU PELAKSANAAN
Dalam melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG) sesuai dengan yang telah di tentukan  yaitu  tanggal sampai dengan . Adapun jadwal kegiatan jam kerja adalah sebagai berikut :
Hari
Jam Masuk
Jam Istirahat
Jam Pulang
Minggu
Libur
Libur
Libur
Senin
07.00 WIB
11.30 WIB
16.00 WIB
Selasa
07.00 WIB
11.30 WIB
16.00 WIB
Rabu
07.00 WIB
11.30 WIB
16.00 WIB
Kamis
07.00 WIB
11.30 WIB
16.00 WIB
Jum’at
07.00 WIB
11.30 WIB
16.00 WIB
Sabtu
Libur
Libur
Libur


2. TEMPAT PELAKSANAAN

Tempat pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda ( PSG ) yang di pilih penulis yaitu pada  PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA,Tbk. Alamat Jl. Raya Bek Narogong KM. 19,5 Cileungsi-Bogor Telp (021) 8232323 Kode Pos 16820.



                                                                                          Tanjungsari,  Oktober  2012
Pembimbing                                                                      Pembimbing
PT.Bukaka Teknik Utama,Tbk                                         PT.Bukaka Teknik Utama,Tbk
Divisi PPC                                                                        Divisi Baud





......................................                                                    ..............................................



B.      OBJEK PENDIDIKAN SISTEM GANDA

          PT.Bukaka Teknik Utama memiliki beberapa bagian yang bersifat terbuka bagi siswa sekolah Menengah Kejuruan untuk melaksanakan praktek sebagai media pembelajaran di dunia industri dengan bimbingan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.
          Dalam Pendidikan Sistem Ganda yang dilaksanakan selama satu bulan penulis memperoleh bimbingan dari perusahaan terutama untuk melaksanakan kegiatan pada bagian administrasi.

C.      IDENTITAS PERUSAHAAN

1.      Nama Dunia Usaha/ Industri                :    PT.BUKAKA TEKNIK UTAMA,Tbk
2.      Bidang Usaha                                       :    Rencang Bangun Rekayasa, konstruksi & Manufaktur (bidang energy, transportasi dan
                                                                            Telekomunikasi)
3.      produk yang dihasilkan                         :    Tower,  Jembatan, Garbarata, Pompa Anggruk, Mobil Pemadam Kebakaran, dll.                             
4.      Nama Pimpinan                                     :   Ir.Ahmada Kalla
5.      Nama Pembimbing DU/DI                   :    Endang Hasanudin (Divisi Baud)
6.       Nama Pembimbing DU/DI                   :    Junaied (Divisi PPC)

7.      Nama Pembimbing Sekolah                  :    ....................................
8.       Alamat Perusahaan                               :    Jl. Raya Bekasi Narogong KM. 19,5
                                                                            Cileungsi – Bogor.
9.       No. Telepon                                          :    (021) 8232323
10.     No. Faximile                                         :    (021) 8234810
D.      SEJARAH SINGKAT PT. Bukaka Teknik Utama,Tbk
          Berasal dari rasa percaya diri yang tinggi dari 7 (tujuh) orang mantan karyawan perusahaan nasional, mereka sepakat mencari bapak angkat yang bersedia menampung sekaligus mengembangkan bakat yang dimiliki. Mereka menghubungi Drs.Yusuf Kalla di Ujung Pandang yang saat itu mempimpin NV.Hadji Kalla Trd Coyguna mendapatkan bantuan dana sebagai modal kerja awal. Sesuai dengan kemampuan mereka maka direncanakan produk perdana yang akan diproduksi yaitu “ Mobil Pemadam Kebakaran “.
          Bertepatan dengan  hari sumpah pemuda ke-50 tanggal 28 Oktober 1978 didirikanlah sebuah perusahaan industri alat – alat dengan nama “ PT.Bukaka Teknik Utama,Tbk “. Yang kemudian disingkat menjadi “BTU”. Akte pendirian perusahaan ini dikeluarkan oleh notaris Bebasa Daeng Lala, dengan akte nomor : 149. Modal awal sebesar Rp.50.000.000,-  atas nama 4 (empat) orang pemegang saham yaitu :

a.  Ir.Ahmad Kalla
b. Drs. Yusuf Kalla
c.  Suhaeli Kalla
d. Herman Purwadarma

          Pada mulanya PT.Bukaka Teknik Utama berlokasi di Kp.Babakan Kec.Cileungsi Kab.Bogor, Jawa Barat dengan luas tanah ± 4000 m2.
          Pasilitas bengkel yang dimiliki sebagai sumber daya untuk produksi adalah :

Ø Mesin las                                                                                                   4 buah
Ø Compresor                                                                                                 1buah
Ø Bor duduk                                                                                                 1 buah
Ø Bor tangan                                                                                                 2 buah
Ø Bor gurinda                                                                                               2 buah
Ø Tabung las                                                                                                 2 buah
Ø Genset 60 Kva                                                                                          1 buah
Ø Mobil                                                                                                         1 buah
Ø Karyawan termasuk direksi                                                                       12 orang

Kemampuan memproduksi mobil pemadam kebakaran saja ternyata belum cukup, meskipun telah meproduksi 4 (empat) unti mobil pemadam kebakaran tak satupun yang terjual. Untuk menutup biaya produksi maka diputuskan untuk melakukan diversifikasi usaha.
          Berkat motifasi dan rasa percaya diri yang tinggi, merek berhasil memproduksi produk yang akan berbeda dari produ lain yaitu merubah “TOYOTA HARDTOP” menjadi “TOYOTA PICK UP 4 x 4” (Land Cruisher). Inilah salah satu kiat agar tetap survive, yaitu melihat celah didepan mata orang atau perusahaan lain yang belum terpikirkan untuk memproduksinya.
          Perkembangan  ilmu teknologi canggih membuat motifasi semakin tinggi dalam mengikutnya sehingga timbullah moto bahwa kita mampu memproduksi barang yang sama baiknya dengan kualitas produk luar negeri.
          Sampai dengan tahun 1988 PT. Bukaka Teknik Utama telah berhasil memproduksi :
a.         Kendaraan khusus (Special Vehicle) seperti : Mobil Pemadam  Kebakaran, Mobil Tinja, Jump Truck Trailer, Container, Runway, Sweeper, Mobil Tanki, Mobil Sampah dan Aircraft Refueler.
b.        Alat-alat pembuat jalan (Road Construction Equipment) meliputi : Asphlt Mixing Plant (AMP), Asphalt Sprayer (BAS), Asphalt Finisher, Stone Crusher, Tail Gate Spreader, dan Concrete Mixer.
c.         Alat- alat peminyak (Oil and Gas Equipment) terdiri dari : Pumping Unit, Oil Separator, Storage Tank dan Oil Ring.
d.        Alat-alat pengolah hasil pertanian dan industri (Material Handling and Industrial Equipment) melipurti Rice Milling, Sugar Plant, Cane Top Plane, Conveyor Ship Loader, Sceed Processing plant, dan Crane.
e.         Konstrusi Baja dan Energi melipurti : Konstruksi Jembatan, Antena Gedung Bertingkat, Menara Transmisi Tegangan Tinggi.
          Tahun 1989, PT. Bukaka Teknik Utama mendapatkan kepercayaan dari pemerintah Republik Indonesia untuk memproduksi perlengkapan bandara yaitu “Passanger Boarding Bridge/Belalai Gajah” atau “Garbarata” sebanyak 44 unit untuk Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng.
          Tahun 1990, berhasil mengekspor Garbarata ke Haneda Airport Jepang. Pada tahun yang bukaka menerima anugerah “Upakarti” dalam bidang kepelaporan dari pemerintah berkat keberhasilannya menjadi “Bapak Angkat” untuk industri kecil dengan memberikan bimbingan pinjaman mesin-mesin serta mengorderkan beberapa komponen yang dibuthakan kepada industri kecil diseluruh Indonesia.
          Keberhasilan Bukaka memproduksi peralatan untuk memjunjung pembangunan nasional jangka panjang tahap II membuat pemerintah semakin percaya terhadap kehandalan tenaga-tenaga muda Indonesia, maka pada tahun 1991 Bukaka mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk membuat menara transmisi tegangan tinggi 150 KV di Gresik, Jawa Timur dan Cool handling System Proyek PLTA paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
          Tahun 1992, mendapatkan kepercayaan dari pemerinah Malaysia untuk membuat menara transmisi tegangan tinggi 132 KV untuk wilayah Port Klang dan 20 unit Garbarata dari New Kansai Airport Jepang.

E.      Jenis Produksi PT. Bukaka Teknik Utama
          Seperti telah dijelaskan pada sejarah singkat PT. Bukaka Teknik Utama diatas. Jenis produksi yang dihasilkan adalah alat-alat berat (Heavy Duty Equipment) yang digunakan oleh pemerinatah ataupun swasta.
Jenis produksi tersebut dikelompokan menjadi :
a.     Kendaraan Khusus (Special Vehicle) yang terdiri dari :
-     Mobil Pemadam Kebakaran
-     Mobil Tinja
-     Mobil Sampah
-     Mobil Tanki
-     Dum Truck Trailer
-     Kontainer
b.    Alat-alat pembuat jalan (Road Contruction Equipment) terdiri dari :
-     Bukaka Asphalt Mixing Plant (BAMP)
-     Bukaka Asphalt Sprayer (BAS)
-     Asphalt Finisher
-     Bukaka Stone Crusher (BSC)
-     Tail Gate Spreader
-     Concreate Mixer
c.    Alat-alat peminyakan (Oil Gas and Equipment) terdiri dari :
-     Pumping Unit
-     Oil Separaktor
-     Storage Tank
-     Oil Ring
d.   Alat-alat pengolah hasil pertanian dan industri (Material handling and Industrial Equipment) terdiri dari :
-     Rice Milling
-     Sugar Cane Top Plant
-     Conveyor
-     Ship Loader
-     Sceed Processing Plant
-     Crane
e.    Konstrusi Baja terdiri dari :
-     Jembatan
-     Gedung
f.     Energi terdiri dari :
-     Transmission Line 150 KV
-     Cool Handling System
-     Antena Parabola
g.    Aerospace Aviation terdiri dari :
-     Passanger Boarding Bridge (Garbarata)
-     Lifter Aparotus
-     Runway Sweeper
-     Air Craft Reffuler
h.    Jasa Galvanis terdiri dari :
-     Steel Struktur
-     Plate, Siku, Pipa, Escan, dll

F.      Departementasi PT. Bukaka Teknik Utama
          Dalam operasional sehari-hari PT. Bukaka Teknik Utama membagi kegiatan kedalam beberapa departemen produksi dan Departemen Pembantu (Supporting Department).
          Pembagian departemen  produ ksi disesuaikan produk yang dihasilkan oleh departemen masing-masing. Departemen produksi terdiri dari :
a.              Boarding Bridge Department
          Yaitu departemen yang memproduksi alat-alat untuk keperluan pelabuhan udara seperti, Garbarata, Lifer Aprotus, dll.
b.       Special Vehicle Department
                    Yaitu departemen yang memproduksi kendaraan khusus seperti Mobil Pemadam Kebakaran, Mobil Tanki, Mobil Tinja, dll.
c.       Construction Machiery Department
          Yaitu departemen yang memproduksi alat-alat pembuat jalan seperti Asphalt Mixing plat, Stone Crusher, Asphalt Sprayer, dll.
d.      Pumping Unit Department
          Yaitu departemen yang memproduksi alat-alat pertambangan minyak seperti Pumping Unit (Pompa Angguk), Oil Separator, Oil Ring, dll.
e.       Component Shop Department
          Yaitu departemen yang memproduksi komponen untuk produk yang dihasilkan oleh depertemen yang telah disebut diatas.
f.       Machine And Geat Shop Departement
          yaitu departemen yang menghasilkan komponen yang dimachining untuk produk yang dihasilkan oleh departemen yang telah disebut diatas.
g.       Stucture Departement
          yaitu departemen yang menghasilkan kontruksi baja-baja seperti Kontruksi Bangunan, Kontruksi Jembatan, Cane Top Machine Plant, Coal Handling System, dll.
h.       Steel Tower Departement
          yaitu departemen yang menghasilakn Menara Listrik (Tower Transmission Line TeganganTinggi), Antena Gedung, dll.
i.        Galvanize Departement
          yaitu departemen yang mengerjakan/melapisi besi anti karat dengan menggunakan  Zinc Ingot. Disamping departemen produksi tersebut diatas, PT. Bukaka teknik utama dalam melaksanakan operasional dibantu oleh Departemen Pendukung (supporting department) yang terdiri :
1)      Human Resource & Development Department
2)      Accounting Departement
3)      Financial Department
4)      Marketing Department
5)      Warehouse Department
6)      Engineering Department
7)      Risearch and Development Department
8)      Quality Control Department
9)      Electrial & Maintenance Department
10)  Palnt Manager Department
G.     Struktur Organisasi Perusahaan
          Struktur organisasi adalah susunan sistem hubungan antar posisi kepemimpinan yang ada dalam suatu organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara atasan dan bawahaan dalam ruang lingkup pekerjaan sesuai seksi-seksi yang ditentukan. Suatu susuna uraian tugas dalam organisasi diperlukan agar tujuan perusahaan  dapat tercapai dengan baik. Susunan tersebut harus mencerminkan adanya pembagian wewenang, tugas, dan tanggung jawab yang jelas antara bagian-bagian yang ada dalam suatu organisasi suatu perusahaan.
          Adapun struktur organisasi PT. Bukaka Teknik Utama adalah sebagai berikut :

H.      Jurnal Kegiatan Pendidikan Sistem Ganda
          Berikut adalah jurnal kegiatan yang dilaksanakan selama Pendidikan Sistem Ganda pada PT. Bukaka Teknik Utama.
























JURNAL KEGIATAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA

Nama Perusahaan                        : PT. Bukaka Teknik Utama
Nama Siswa                                 : Tatang Sanjaya
NIS                                              :
Program Keahlain                        : Administrasi Perkantoran
Objek Pendidikan Sistem Ganda  :


Minggu
Tanggal
Jenis Kegiatan


ü  


ü  


ü  


ü  


ü